Sejarah Musik Death Metal di Indonesia

Posted: October 8, 2012 in Death Metal
Tags: , ,

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang
dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang
bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm
guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan
dengan gerutuan (death grunt) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi
seperti ini juga sering disebut “Cookie Monster vocals”.

Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell
(1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal
kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Cannibal Corpse,
Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan Grave.

Kemudian era 2000’an, Death Metal berkembang sangat pesat. Banyak band-band
jebolan aliran death metal menjadi pembaharu dalam musik metal. Band-band
tersebut antara lain Inhuman Dissiliency, Disavowed, Viraemia, Hiroshima Will Burn,
Amon Amarth, Inveracity, The Berzeker, Dying Fetus, Condemned, dan masih
banyak lagi.

Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an
dengan band thrash metal Rotor di Jakarta. Pergerakkan utama Death Metal
Indonesia berasal dari munculnya inisiatif oleh band Grindcore asal Malang, Rotten
Corpse, yang menggarap untuk pertama kalinya (yang diketahui) musik Death
Metal. Kemunculan dan permainan Rotten Corpse akan Death Metal merupakan
pertanda dari lahirnya sebuah individu musik baru, bernama Death Metal. Beberapa
band pioneer Death Metal lainnya di daerah lain, seperti Trauma dari Jakarta ,
Insanity dan Hallucination dari Bandung, Death Vomit dari Jogjakarta , Slow Death
dari Surabaya, Murder dari Boyolali kemudian berkembang dengan band-band yang
dianggap sebagai senior karena pengalamannya masing-masing seperti:
Disinfected, Ancur, Plasmoptysis, Jasad dari Bandung, Siksa Kubur , Funeral
Inception dari Jakarta,Cranial Incisored Yogjakarta , Semarang Grind Buto.
Abysal.Blast Torment dari Padang,Total Rusak dari Bukittinggi dan Jahanam Corpse
dari Batam , Sacrament ,Parkinson , NGAYAU,binasa dari Kalbar , Rantai 86 Tegal

Perkembangan musik Death Metal di Indonesia mengalami perkembangan yang
sangat baik. Diantaranya terusulkannya suatu forum pusat dari pecinta Death Metal
Indonesia, yang bernama forum Death Metal Indonesia, yang bernama Indonesian
Death Metal atau disingkat IDDM. Kemudian juga muncul Indogrind.net, GUBUG
RIOT, staynocase, dan lainnya. Saat ini, band-band baru Death Metal akan
menyuarakan ‘suara-suara maut’ dalam event metal. Band-band Death Metal di
Indonesia sekarang antara lain Dynasty of Waru, Bad Habit, Asphyxiate, Bleeding
Corpse, Death Vomit, Kill Harmonic, Grind Buto, Infected Voice, Brain Ass,
Hatestroke, Sickmath dan sebagainya.

Perkembangan Death Metal Indonesia setelah terciptanya IDDM, merupakan
sebagai indikasi dan peresmian komunitas-komunitas Death Metal di seluruh
wilayah Indonesia untuk go on public atau menunjukkan diri mereka masing-masing
pada publik. Seperti pada saat ini, banyak sekali kelompok komunitas Death Metal
Indonesia di wilayah mereka masing-masing yang sudah menunjukkan diri mereka
di Internet. Komunitas-komunitas tersebut masih merupakan bagian dari Indonesian
Death Metal/IDDM. IDDM merupakan salah satu web penghubung yang menjadi
tempat bertukar pikiran maupun aspirasi hingga media untuk iklan / promosi album
maupun merchandise. Komunitas-komunitas tersebut diantaranya adalah Malang
Death Metal Force, Bandung Death Metal, Bekasi HORDE! Death Metal, Jogjakarta
Corpse Grinder, Magelang Death Metal Militia, Sukoharjo Death Metal, Semarang
Death Metal, Bali Death Metal sampai Samarinda Death Metal dan masih banyak
lagi komunitas di seluruh Indonesia.

Beberapa subgenre death metal:

  •  Technical death metal – Death Metal yang dikembangkan dengan nada-nada diatonis, merupakan perkembangan dari musik Death Metal ke yang lebih kompleks. Seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antara death metal dengan progressive rock dan jazz fusion.
  • Melodic death metal – heavy metal dicampur dengan beberapa unsur Death Metal, misalnya death growl dan blastbeat
  • Progressive death metal – gabungan antara death metal dan progressive metal
  • Brutal death metal – Brutal Death Metal merupakan perkembangan dari Death Metal itu sendiri. Brutal Death Metal merupakan salah satu perkembangan yang berhasil menghasilkan perkembangan lagi di genre Death Metal. Brutal
  • Death Metal menghasilkan Slamming-Gore Brutal Death Metal,
  • Slamming-Groove Technical Brutal Death Metal, Slamming Goregrind, seperti PALASIK dari bukittinggi.
  • Deathcore – gabungan antara metalcore/groove metal dengan death metal, merupakan genre Death Metal yang lebih menjurus kepada musik Post
  • Death/Doom – gabungan antara doom metal dan death metal
  • Blackened death metal – Blackened Death Metal merupakan usul-usul yang dilakukan oleh band-band Death Metal yang ingin menggabungkan kembali unsur Black Metal pada Death Metal seperti yang terjadi pada Era Pertama Death Metal, di mana Death Metal masih tercium bau-bau Black Metal.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Death_metal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s